Pemuda Zaman Now Mesti Sadar Politik, Cukup Orang Tua Aja yang Mabuk Politik

Pemuda Zaman Now Mesti Sadar Politik, Cukup Orang Tua Aja yang Mabuk Politik

Orang tua memang menyebalkan. Sejarah sudah mengemukakan jika setiap generasi rasanya selalu merendahkan generasi yang lebih muda. Selalu, memang. Sama seperti kita yang doyan ceriwis ke adik-adik  yang masih kita anggap ingusan. “Kasihan ya anak zaman sekarang, mainnya sama gadget melulu, nggak kenal asyiknya Eva Arnaz main gundu.“

Apa benar kasihan? Padahal lahir-batin mereka mungkin bahagia kok. Kita saja yang tidak sadar diri jika dulu juga dibegitukan oleh orangtua kita,”Kasihan ya anak zaman sekarang, nggak kenal serunya deg-degan ditembaki militer di jalanan cuma gara-gara pakai tato atau pernah nongki-nongki bareng preman pasar.”

Masing-masing dari kita semua sejatinya hanyalah kids zaman now bagi generasi sebelumnya.

Senioritas mendarah daging bersamaan bertambahnya usia. Pemuda bukan cuma dipandang remeh bak rempeyek, namun juga dimanfaatkan sedemikian rupa. Makanya kita senantiasa dijauhkan dari kesempatan mengambil keputusan. Coba lihat pemegang kekuasaan (baca: elit partai /pejabat negara), kebanyakan isinya om-om buncit yang kenyang kepentingan. Celakanya, kita pasrah saja diasingkan lewat gaya hidup konsumtif atau disesatkan dengan kebanggaan atas ketidaktahuan.

Padahal sejarah juga sudah mengemukakan jika cuma anak muda yang sanggup membuat perubahan.

Advertisement

Tadinya saya sudah ancang-ancang akan cerita panjang lebar perihal keterlibatan kaum muda di sejarah Indonesia. Tapi ini masih momen Sumpah Pemuda, jadi niscaya sudah berbondong-bondong media yang bikin konten tentang itu. Daripada mengulang-ulang dan bikin ngantuk, saya langkahi saja. Setidaknya kamu sudah pernah dengar Budi Utomo, Peristiwa Rengasdengklok, Penjungkalan suharto (s-nya kecil, yes!) di tahun 1998, dan… ah, saya rangkum saja dengan mengutip wawancara terakhir—kebetulan dengan majalah Playboy dan Happy Salma, waduh—dari Pramoedya Ananta Toer:

”Saya percaya, sejarah Indonesia itu sejarah angkatan muda. Angkatan tua itu jadi beban.”

.

.

.

Lalu sejak kapan anak muda jadi lemah gemulai begini???

Sejak suharto menyerang.

Dengan sangat taktis, pemuda di zaman Orde Baru dikonstruksi ulang. Dari era inilah kita kenal istilah “remaja”. Dalam Solo in the New Order, antropolog bernama James Siegel menukaskan bahwa “remaja” punya selera dan aspirasi tertentu yang dibentuk beda dengan “pemuda”. Kamu pasti bisa ‘kan membedakan kesan istilah “pemuda” dan “remaja”? Mendengar kata “pemuda”, kita jadi ingat demonstrasi, idealisme, tekad baja, pekik kemerdekaan, Soe Hok Gie, dan sebagainya. Sementara apa kesan yang keluar dari kata “remaja”? Pacaran, tawuran, seks bebas, rental playstation, Bastian Steel, dan segala saripati Si Boy Anak Jalanan. Miriz, pakai “z”.

Selain sengaja dibentuk, anak muda zaman sekarang cenderung abai dan apolitis juga karena pemerintahannya porak poranda. Sedari belajar membaca koran atau menonton berita, kita jadi saksi bagaimana menjenuhkan dan tidak tahu malunya jagat politik. Imajinasi terhadap kata “politik” hampir sama dengan imajinasi pada kata “Yolanda”. Nista dan tercela. Politikus adalah profesi (?) paling antagonis di semesta raya. Walau sebenar-benar-benarnya sama-sama penuh tipu muslihat dan harapan palsu, tapi panggung entrepreneur atau pentas pencarian bakat idol-idol itu jauh lebih menarik bagi kawula muda daripada ajang politik. (Hebatnya, Anang Hermansyah dan Ahmad Dhani mencoba semuanya.)

Memangnya sepenting apa anak muda harus peduli dengan politik?

Merebut reformasi via arsipindonesia.com

Setidaknya ada tiga jenis anak muda dalam relasinya dengan kesadaran politik. 1) Mereka yang sadar politik. 2) Mereka yang apolitis. 3) Mereka yang tidak tahu tapi merasa tahu.

Jelas bahwasanya golongan pertama adalah varietas unggul sementara golongan ketiga harus dibasmi sekarang juga. Bagaimana dengan yang kedua? Problemnya, tidak mungkin untuk seseorang dalam sebuah masyarakat benar-benar lepas dari politik. Menurut Aristoteles, politik dalam esensinya adalah upaya untuk mewujudkan kebaikan bersama. Kebijakan politik berdampak dan melibatkan seluruh aspek kehidupan kita.

Contoh sederhana, kita semua punya suara dalam pemilu. Golput bukan berarti netral. Mau tidak mau kita sudah terikat dalam pemetaan perebutan kuasa. Salah satu—dari sekian banyak—asumsi tentang terpilihnya Donald Trump menjadi presiden adalah karena banyak generasi muda Amerika Serikat yang memilih golput. Padahal arek-arek ini adalah batu penarung terbesar Trump. Mereka punya personalitas yang cenderung lebih alergi dengan tabiat dan janji-janji Trump, tapi sayangnya mereka ternyata juga tidak mau mendukung kompetitornya. Durian runtuh untuk Trump dan tim suksesnya tahu itu.

Di pemilu 2014 kemarin pun situasinya sebelas-duabelas. Sebagai orang Jogja, kuliah sosial politik di UGM, dan mesra dengan dunia seni-budaya, latar belakang saya adalah tipikal pemilih Jokowi. Jika saya golput, secara tidak langsung saya memberikan suara pada Prabowo. Lalu saya memilih siapa kemarin? Rahasia, kepo banget lu kayak registrasi SIM Card.

Oh, tapi sebenarnya artikel ini bukan bermaksud mengecam mereka yang golput-minded atau menjadi imbauan anti-golput yang naif. Bukan, bukan. Golput adalah sebuah hak dan silakan sesilakannya asal kamu tahu konsekuensinya. Golput tidak mentah-mentah sama dengan apatis dan putus asa, tapi bisa jadi manifestasi sikap politik tertentu. Lagipula apakah gelaran pemilu benar-benar mewakili cita-cita demokrasi? Ah, justru keraguan ini adalah contoh  dari sebuah kesadaran politik, dan itulah yang utama dan krusial sesungguhnya.

Kesadaran politik yang saya maksud adalah penguasaan wawasan, ketajaman analitis, dan pengendalian emosi. Tujuannya untuk menuntunmu secara rasional menentukan keberpihakan dalam konflik kekuasaan dan cara bijak untuk mengartikulasikannya.

Ini mengembalikan amatan kita pada kategori ketiga dari penggolongan anak muda di paragraf lalu, yakni “Tidak tahu tapi merasa tahu.” Sialnya, ini diperuncing dengan fakta bahwa generasi millennial memang punya watak yang lebih vokal dan doyan berekspresi di dunia maya. Mulai mengumbar isu  yang teramat personal (dan tidak ada yang perlu peduli) sampai yang (sadar atau tidak) merugikan orang banyak.

Dalam dinamika politik modern, tak ada peranti yang punya daya penetrasi dan dampak melebihi media massa. Efektivitas dan efisiensinya semakin di depan. Di zaman orde baru, cukup menunggangi TVRI dan stasiun televisi lain untuk memenangkan segalanya. Kini, media sosial adalah medan tempur yang sesungguhnya. Ring tinju politik yang hakiki. Dan anak muda adalah yang paling banyak berdenyut di dalamnya.

Masalahnya, para muda-mudi millenial ini hanya menguasai mediumnya tapi tidak dengan wacana yang dihidupi olehnya. Kita hafal di luar kepala teknik mengedit foto, tapi gagap terhadap apa buntut dari editan foto yang bergulir menjadi kampanye hitam. Begitu rentan anak muda dijadikan pion atau boneka perebutan kekuasaan, serta enteng dikontrol dan digiring untuk membenci atau mendukung sesuatu. Kerbau saja sudah bosan dicocok hidungnya. Kita kehilangan kepekaan skeptis, kritis, dan rasional yang ditutup oleh kepercayaan buta. Bahkan, kadang fanatisme ditanam dalam-dalam sehingga kita gencar membagikan atau bersuara hanya untuk menegaskan identitas kita. Menjatuhkan A agar kita terlihat sebagai B, atau menjatuhkan B agar semua teman-teman sekelas tahu kita adalah A. Fitnah hilir mudik laksana lagu “Akad”.

Kita adalah aktor secara literal. Tampil terdepan, tapi sejatinya hanya bergerak di bawah kehendak sutradara. Seperti kata Soe Hok Gie “Pemuda kita itu umumnya hanya mempunyai kecakapan untuk menjadi serdadu, yaitu berbaris menerima perintah menyerang, menyerbu, dan berjibaku dan tidak pernah diajar memimpin” Waduh, pedas, Bang.

Saatnya mengembalikan anak muda sebagai subjek, bukan lagi-lagi objek

kritis sejak dini via arsipindonesia.com

Ada sebuah teori gampang-gampang susah, namanya Teori Kemungkinan Elaborasi. Ini adalah teori yang mencoba menganalisis kemungkinan seseorang untuk terbujuk oleh pesan. Ada dua rute untuk pengolahan informasi, yakni rute sentral dan periferal. Elaborasi atau berpikir secara kritis terjadi pada rute sentral, sementara ketiadaan berpikir secara kritis terjadi pada rute periferal. Seseorang yang  mengolah informasi lewat rute sentral akan memikirkannya secara aktif dan merespons dengan berhati-hati. Sementara seseorang yang mengolah informasi lewat rute periferal akan menerimanya mentah-mentah dan asal-asalan.

Nah, kemampuan kritis yang diterapkan pada setiap informasi bergantung pada faktor motivasi yang sedikitnya terdiri dari tiga hal. Pertama, keterlibatan atau relevansi dengan topik. Kedua, jumlah perbedaan pendapat (semakin beragam pendapat akan membuat kita lebih hati-hati menerima informasi). Ketiga, kecenderungan pribadi terhadap cara berpikir kritis.

Syahdan, algoritma media sosial yang terkutuk itu membuat sentimen linimasa kita cenderung seragam, sehingga kita jarang melihat perbedaan pendapat. Seakan-akan yang ramai di linimasa kita selalu adalah kebenaran. Padahal kalau kamu anti-Indomaret, ya memang linimasamu akan ditebari status-status dari pendukung Alfamart. Begitu juga sebaliknya. Pandangan kita terhadap dunia cenderung bias dan sesat.

Karena itu kita perlu lebih melibatkan diri dengan topik. Pendidikan politik dan khazanah pengetahuan sejarah perlu dikejar supaya kita memahami relasi-relasi sosial yang ada di masyarakat. Tidak harus hafal nama menteri atau anggota DPR yang korupsi (terlalu banyak juga, mubazir ingatanmu). Yang utama adalah kita mampu membaca situasi-situasi rasis, fasis, akar sebuah permasalahan sosial, dan siapa yang diuntungkan dan dirugikan dalam setiap kebijakan. Membuka diri terhadap ilmu politik membimbing kita untuk menemukan bahwa moral tidak selalu adalah solusi, nasionalisme tidak harus selalu harga mati, isu komunisme adalah kecemasan yang dibuat-buat, dan bahwa banyak isu-isu agama-etnis yang muasalnya tetap kembali pada perkara ekonomi atau rebutan tanah.

Menurut data Badan Pusat Statistik, demografi Indonesia akan melonjak pada rentang waktu 2020-2035 sekitar sebesar 305,6 juta jiwa dengan persentase angkatan kerja produktif dari generasi millenial mencapai 66,6 persen. Praktis, keberpihakan generasi millenial akan diperebutkan. Intrik-intrik akan merebak, termasuk isu-isu agama, etnis, dan nasionalisme. Sebuah pertaruhan apakah kamu nanti menjadi korban atau kaum mujur yang punya otoritas dalam menaruh sikap politisnya.

Saatnya kita berhenti menjadi objek yang selalu dipolitisir. Saatnya kita menjadi subjek. Menjadi barisan yang sadar untuk melakukan kontrol, pengawasan, dan koreksi-koreksi terhadap pemerintah. Kita harus punya sikap untuk mengatakan tidak dari apa yang diarahkan kepada kita. Sebuah upaya memerdekakan diri untuk lebih jernih  menentukan keberpihakan. Apalagi sekarang sedang musim adu domba.

Padahal politik bukan Tinder. Kita tidak cuma bisa swipe kiri atau kanan.

Makanya jangan menunggu harus jadi bapak-bapak sarungan ngopi sambil baca koran untuk punya minat dengan politik atau persoalan masyarakat. Toh politik tidak melulu berkaitan dengan birokrasi, pencitraan, dan suap menyuap. Pun menyukai politik tidak berarti harus selalu menjadi politisi. Kamu bisa menjadi tukang sablon yang sadar kelas sosial, pegawai Alexis merangkap aktivis HAM, hingga penulis yang suka lupa kalau pembaca Hipwee nggak suka politik.

Yah, tapi siapa tahu…

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

  • Hal-hal yang Diobrolin Cowok Saat Kumpul Sama Teman. Mulai Dari Cewek Hingga Sok Bahas Politik!
  • Bentuk Dukungan untuk Politisi Semakin Kreatif. Karangan Bunga Hingga Situs Biro Jodoh Semuanya Ada
  • Cukup Aku Saja yang Menjadi Korban, Jangan Lagi Kau Tambahkan!
  • Penasaran? Ternyata, Ini Dia 3 Alasan Mengapa Partai Politik Susah Meraup Suara Pemilih Muda
  • Kalau Liputan Politik Segini Kerennya, Yakin Anak Muda Pada Nimbrung. Lihat Deh Mirip Game of Throne

Sumber : detik-hotnews.com

Inilah Cantiknya Song Hye Kyo di Hari Pernikahannya! Jadilah yang Pertama Tahu #SongSongCoupleWedding

Inilah Cantiknya Song Hye Kyo di Hari Pernikahannya! Jadilah yang Pertama Tahu #SongSongCoupleWedding

Tibalah hari yang telah ditunggu-tunggu para pencinta K-Drama dan K-Pop dalam sebulan ini. Pasalnya, pada hari inilah pernikahan pasangan bintang Korea paling fenomenal tahun 2017 dilangsungkan, yaitu pasangan aktor Song Joong Ki dan Song Hye Kyo. SongSongCouple – begitulah para netijen menyebut pasangan ini, merupakan mega bintang Hallyu Korea yang telah memutuskan untuk menjadi pasangan dan berencana menikah sejak sama-sama membintangi  drama Korea populer, Descendants of The Sun. Jadi nggak heran kalau ada begitu banyak pihak yang penasaran seperti apa pernikahan pasangan ini akan dilangsungkan.

Pernikahan SongSongCouple yang dihelat pada hari ini, 31 Oktober 2017 berlokasi di Shilla Hotel, dihadiri oleh banyak rekan-rekan bintang Korea terkenal seperti Kim Hee Sun, Song Yoon Ah, Choi Ji Woo, Lee Kwang Soo, Park Bo Gum, Yoo Ah In, dan Ok Joo Hyun. Upacara pernikahannya digelar secara privat alias tertutup rapat dari awak media dan orang lain selain tamu undangan.

Pasangan yang cantik dan ganteng ini akhirnya nikah juga~ via www.allkpop.com

Meski digelar secara privat, tetap saja ada banyak fans dan awak media yang sengaja menginap di hotel tersebut demi dapat mengabadikan momen pernikahan SongSongCouple meski hanya dengan sembunyi-sembunyi. Shilla Hotel, hotel yang menjadi tempat pernikahan pasangan hits ini dilangsungkan berlokasi di pusat kota Seoul dan merupakan salah satu hotel bintang lima terkenal di Korea Selatan.

Nah, kali ini Hipwee Wedding akan mengulik seperti apa sih cantiknya gaun pernikahan dan make up Song Hye Kyo di hari istimewanya ini.

Tidak banyak yang bisa diharapkan dari riasan makeup para perempuan Korea, bahkan di hari pernikahan. Seperti biasa, tampilannya natural dan minimalis. Beda dengan makeup pernikahan di Indonesia yang biasanya manglingi atau jauh beda dari hari-hari biasa

Advertisement

Foto candid pasangan Song Hye Kyo dan Song Joong Ki saat berjalan menyusuri lorong melintasi para tamu undangan. via www.instagram.com

Pada hari istimewanya, Song Hye Kyo terlihat ‘polos’ tanpa taburan perhiasan yang berlebihan. Tidak ada kalung, hanya anting mungil yang menjadi aksesori Song Hye Kyo. Rambutnyapun nampak hanya digelung sederhana dengan veil putih konvensional

Minimalis tapi tetap cantik. via www.instagram.com

Gaun putih dengan potongan kerah square-nya tampak anggun dan sederhana, nggak neko-neko tapi tetap cantik~

Agak sulit mendapatkan foto-foto pernikahan SongSongCouple karena acaranya sangat privat~ via www.instagram.com

Makeup minimalis dan gaun sederhana emang paling pas untuk acara terbuka ala garden party SongSongCouple ini. Buket bunga mungil di tangan mempercantik penampilan bersahaja Song Hye Kyo

Sah! SongSongCouple sudah resmi jadi suami istri~ Selamat! via www.instagram.com

Buat kamu yang suka sesuatu yang minimalis untuk pernikahanmu, gaya ber-makeup ala Song Hye Kyo ini mungkin bisa jadi inspirasi. Nggak ribet dan cocok kalau kamu kulitnya udah mulus paripurna

SongSongCouple berpose bersama Zhang Zi Yi setelah sah menikah. via www.instagram.com

Sore ini SongSongCouple sudah sah menjadi pasangan suami istri. Selamat berbahagia ya, Mbak Song Hye Kyo dan Mas Song Joong Ki! Chukhahaeyo~

Sah! Duh, bakal baper semua deh semua fans SongSongCouple hari ini~ via www.instagram.com

Sah sudah SongSongCouple menjadi suami istri sore ini. Wah, banyak warganet yang bakal patah hati nih karena pasangan favorit ini akhir resmi menikah. Yang pasti, mari doakan supaya pasangan serasi ini langgeng dan bahagia selalu ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

  • Kabar Bahagia (atau Sedih Buat Kamu?): Song Joong Ki dan Song Hye Kyo Menikah Oktober Mendatang
  • Potret Song Hye Kyo Pakai Gaun Pengantin. Bakal Secantik Apa Ya, Pas Pernikahan Dia Nanti?
  • Jika Sudah Menikah Nanti, Kira-Kira Apa Saja Pekerjaan “Sampingan” yang Cocok untuk Pasangan Song Hye-kyo dan Song Joong-ki?
  • Putri Jokowi Curhat di Instagram Soal Warganet yang Nyinyirin Pernikahannya. Kebangetan Sih Emang!
  • 5 Hal yang Akan Dirasakan Wanita Pada Hari Pernikahannya. Agak Aneh, Tapi Ini Nyata!

Sumber : detik-hotnews.com

Manusia Itu Makhluk Sosial, Bukan Makhluk Media Sosial. Camkan Itu Wahai Pemuda Zaman Now!

Manusia Itu Makhluk Sosial, Bukan Makhluk Media Sosial. Camkan Itu Wahai Pemuda Zaman Now!

Perhatikan teman yang duduk di kiri dan kananmu. Dengan postur menunduk dan pandangan khusyuk mereka bergeming dengan keadaan sekitarnya. Fokusnya cuma satu; ponsel yang ada di hadapannya. Padahal butuh waktu lama sampai akhirnya kalian sepakat untuk ngumpul dan nongkrong bareng. Iya sih akhirnya kalian ketemu setelah sekian lama. Tapi pertemuan yang seperti itu jelas bukan yang ada dalam pikiranmu. Nongkrong sama teman-teman itu isinya ya ngobrol atau ketawa-tawa, bukan malah sibuk dengan gawai masing-masing.

Oke, oke, kamu mungkin akan memaklumi kelakuan mereka tersebut kalau memang tujuannya benar. Ya urusan kerjaan, misalnya. Namun, kelakuan ngeselin teman-temanmu itu landasan cuma karena mainan media sosial doang!! Hal ini jelas nggak masuk dalam pikiranmu.

Fenomena ini ternyata nggak cuma terjadi di lingkungan sekitarmu doang. Menurut data per Januari 2017 dari We Are Social, ada 106 juta pengguna aktif media sosial di seluruh Indonesia. Data tersebut mengalami kenaikan sebesar 34% dari data per Januari 2016. Artinya, kenalan-kenalanmu, teman-teman, kolega-kolega, hingga orang yang nggak kamu kenal pun makin banyak yang mainan Facebook, Instagram, Twitter dan sebangsanya.

Banyak juga, ya~~ via wearesocial.com

Sebenarnya, nggak apa-apa sih banyak orang yang main medsos. Toh nggak merugikan kamu juga kan. Sayangnya, kemudian muncul masalah ketika perilakunya bermedia sosial tidak dijaga. Coba saja tengok betapa ramainya media sosial akhir-akhir ini. Baik itu tentang isu yang berujung hoax atau akibatnya yang berbentuk komentar-komentar kasar yang muncul dari jari-jari keyboard warrior di media sosial.

Advertisement

Ah, sudahlah. Isu itu sudah sering dibahas. Akan sangat membosankan jika membahas isu itu lagi. Toh sudah banyak media yang membahasnya. Sampai gumoh malahan baca-baca soal hoax dan komentar nggak ngotak dari orang-orang di media sosial. Daripada isu eksternal seperti itu, ada isu-isu lain yang lebih asyique kita bahas.

Sebenarnya, kenapa sih makin banyak pemuda-pemudi kita yang jadi hobi mainan media sosial?

Lha kalo gini esensi ngumpulnya gimanaa… 🙁 via 123rf.com

Selain karena memang aktif di media sosial termasuk dalam salah satu syarat agar layak disebut muda-mudi kekinian, media sosial juga berperan sebagai tempat mencari perhatian. Kamu pasti pernah punya teman yang upload foto di Instagram dengan caption “lagi jelek”. Padahal mah kondisi mereka sedang jauh dari definisi kata “jelek”! Nah yang lebih ngeselin lagi, kamu juga pasti pernah nemu pemuda-pemudi yang upload foto di Instagram dengan caption “delete soon”. Eh tapi ketika fotonya dapat like banyak, nggak jadi dihapus. Lah? Lha terus tujuannya ngasi caption gitu apa coba? -_-

Kalau satu dua kali gitu sih paling masih maklum ya (atau malah enggak?), namun hal ini sudah sering terjadi. Bahkan bagi sebagian pemuda-pemudi masa kini, respons dari media sosial merupakan salah satu faktor penting yang patut dipertimbangkan sebelum mereka memutuskan untuk melakukan sesuatu. Apalagi sekarang udah ada fitur vote di Instagram. Duh, mau makan malam apa nggak aja sekarang kudu pake vote sebelum memutuskan. Padahal mah kalo laper ya tinggal makan dan kalau nggak ya udah tidur aja! Kan KZL ya gitu aja pake vote segala!

Tujuan mereka apa? Ya karena ingin dapat perhatian dan pengakuan. Bahwa mereka ini penting bagi orang-orang di sekitarnya

Krisis eksistensial pemuda-pemudi Indonesia tersebut diawali dari keraguan akan kemampuan diri sendiri. Karena itu mereka butuh pengakuan dari orang lain di media sosial untuk menguatkan mereka. Ya karena sekarang semuanya sudah serba digital, alih-alih minta perhatian dengan berbuat baik ke orang-orang terdekat, yang ada malah mereka mencari perhatiannya via media sosial.

Nah masalah yang lebih pelik muncul ketika media sosial kemudian digunakan sebagai tempat pelarian dari dunia nyata

Yang di-upload di IG beda dengan aslinya! via pexels.com

Faktanya, makin hari makin banyak pemuda-pemudi yang lebih mencintai dunia maya dibanding dunia nyata. Bahkan media sosial kini dijadikan ajang menarik hati pasangan. Caranya, ya tinggal upload saja foto paling menarik ke Instagram atau Facebook. Yang pakai Tinder juga nggak sedikit lho.

Joni: “Tjoy, gue dapet kenalan di Tinder nih”

Otong: “Widiih… Boleh juga tuh. Mau kencan lu?”

Joni: “Iyes! Doain yak biar ceweknya beneran cakep kayak di profil Tinder-nya Hahaha”

Otong: “Aamiin…”

Hal tersebut terjadi biasanya karena 3 hal. Pertama, pemuda-pemudi minder dengan diri sendiri. Ngerasa kurang menarik di dunia nyata atau merasa dirinya nggak pede aja. Kedua, biasanya mereka memiliki masalah dengan interaksi sosial. Artinya jika ketemu dan ngobrol langsung, biasanya akan kebingungan sendiri. Nah yang ketiga, biasanya sih karena nyari orang yang tertarik dengan mereka di media sosial itu lebih gampang daripada harus repot ketemu dan ngobrol dulu di dunia nyata.

Oke, kalau pas sosok yang ditemui itu sosok yang benar dan baik sih oke-oke saja, Lha tapi kalau yang ditemui adalah sosok kurang ajar bin bajingan? Khawatirnya nanti kasus kids zaman now yang “minta dispensasi menikah” seperti yang terjadi di Madiun dan beberapa daerah lain di Indonesia akan semakin meningkat tiap tahunnya.

“Bayangkan anak umur 13 tahun atau SMP banyak yang telah hamil dan itu dipicu faktor pergaulan akibat perkembangan media sosial,” – Kafit, Kepala Pengadilan Agama Kabupaten Madiun. Dilansir dari Antara.

Menurut pihak Pengadilan Agama Madiun, hal tersebut dipicu oleh kemajuan teknologi, utamanya media sosial. Ya nggak bisa disalahkan teknologinya juga sih, tepi tetap saja. Kalau kenyataannya seperti itu, gimana nggak khawatir coba? Sudah banyak lho kasus serupa. Di mana awalnya cuma iseng kenalan di media sosial, lantas ngerasa cocok, deket, diajak ketemuan mau, ena-ena, hamil, dan masa depan mereka pun kabur! Lha kan ya nggak enak toh kalau kayak gini.

Celakanya, hobi bermedsos ria ini kemudian punya pengaruh terhadap kehidupan sosial pemuda-pemudi tersebut!

🙁 via www.credocourses.com

Coba deh tengok, makin hari makin jarang pemuda-pemudi yang sudi diminta tolong orangtuanya untuk mengantarkan sesuatu ke rumah tetangga. Ketika diminta Ibunya mengantar sesuatu ke rumah tetangga sebelah, jawabannya cuma “Bentar, ih!” sembari terus scrolling medsos di ponselnya. Bahkan mungkin banyak lho pemuda-pemudi yang nggak kenal dengan tetangga satu RT-nya. Nah kalau seperti itu kenyataannya kan sulit.

Padahal sedari dulu Indonesia punya sebutan sebagai negara yang ramah terhadap sesama manusia. Slogan yang gotong royong yang sedari zaman penjajahan dulu digembar-gemborkan oleh pendahulu kita mana wujudnya? Jangankan saling membantu, disuruh ke tetangga aja malas! Itukah pribumi Indonesia, hah!?

Padahal dulu para pemuda-pemudi mengikrarkan Sumpah Pemuda agar semua warga Indonesia bersatu. Lha kalo gini gimana mau bersatu kalau semuanya pada sibuk dengan medsosnya

Ya sebenarnya kalau media sosial digunakan secara benar sih nggak ada masalah. Salah satu caranya adalah dengan membuat media sosial kita sebagai galeri untuk berkreasi dan menjadi jalan untuk saling menghubungkan. Cuma yang wajib diingat, namanya juga media sosial, jadi fungsinya cuma sebatas sebagai media doang lho, ya.

Kalau mau benar-benar terhubung dengan sekitaran, ya keluar rumah dan ngobrol sama tetangga kiri-kanan. Masa iya mengundang acara hajatan ke tetangga kiri-kanan rumah aja harus pake broadcast BBM. Kan tinggal jalan juga bisa ngasi undangannya. Toh dengan ketemu dan ngobrol sama mereka kamu bisa jadi lebih mengenal tetanggamu. Ingat, esensi manusia adalah sebagai makhluk sosial. Bukan makhluk media sosial. Heuheu

Sumber : detik-hotnews.com

Ini Alasan Logis Kenapa K-Pop Bisa Buat Orang Gila dan Suka Lebay

Ini Alasan Logis Kenapa K-Pop Bisa Buat Orang Gila dan Suka Lebay

Yuk ngobrolin K-pop bentar!

Buat yang suka K-pop mungkin langsung teriak kegirangan, tapi buat yang nggak suka paling komentar ‘ih nggak penting banget sih bahas K-pop’. Entah sejak kapan, suka atau nggak-nya orang sama K-pop itu seakan-akan jadi strata sosial yang membedakan level ke-alay-an seseorang. Ya gimana nggak?! Kalau lihat bagaimana fans K-pop rela nunggu di airport berjam-jam sampai ada yang pingsan saking histerisnya cuma gara-gara lihat idolanya lewat, jelas orang kebanyakan bakal gagal paham.

Yang lebih mengherankan lagi, itu fenomena global lho. Bukan cuma di Indonesia aja. Jadi kalau yang suka K-pop itu alay, berarti ada ledakan populasi alay di seluruh dunia. Padahal yang dikenal sebagai musik internasional sampai tahun 2000-an itu ya cuma musik dari Amerika Serikat atau Inggris, sekarang ‘musik’ dari Korea Selatan justru bisa bersaing. Kenapa musik dari Korsel harus pakai tanda petik? Soalnya, kebanyakan orang Korsel sendiri kemungkinan besar malah nggak kenal lho sama grup-grup K-pop favoritmu.

Di Korsel, K-pop dilihat sebagai genre musik tersendiri yang penyukanya sebagian besar anak-anak SMP atau SMA. Bahkan Mbak di video ini bilang, K-pop sebenarnya nggak dibuat untuk orang Korea tapi buat ‘diimpor’ ke luar negeri. Kok bisa ya buat banyak orang dari berbagai negara tergila-gila, tapi orang Korsel sendiri biasa-biasa aja. Peace lho guys, pertanyaan ini juga datang dari fans setia salah satu grup K-pop (penulis) yang cuma ingin secara objektif memahami kegilaannya. Yuk meluncur bareng…

K-pop itu emang bukan sekadar musik biasa. Proses produksinya penuh pertimbangan teknis dan strategi pasar supaya bisa mempesona orang sebanyak-banyaknya

Menjalankan K-Pop selayaknya pabrik profesional via kpopchart.net

Advertisement

Industri K-pop jelas berbeda dengan cara band atau penyanyi pada umumnya dapat kontrak rekaman. Hampir semua idola K-pop harus dilatih selama bertahun-tahun sebelum akhirnya debut dan ‘boleh’ menyanyi di panggung. Banyak pengamat yang menggambarkan K-pop lebih mirip barisan produksi di pabrik dibanding proses kreatif musik biasanya. Perusahaan seperti SM Entertainment-lah yang menentukan siapa yang bakal debut, konsep grup seperti apa, musik yang bagaimana, sampai nama panggung tiap artisnya.

Nggak semua anggota di sebuah grup juga harus bisa menyanyi atau bermusik karena peran tersebut bisa dibagi-bagi. Ada posisi main vocal, lead vocal, main dancer, visual, bias-wrecker, dan lain sebagainya. Makanya itu, grup K-pop biasanya anggotanya banyak supaya semua orang bisa punya ‘bias’ atau favorit masing-masing. Meski oleh kritik, proses produksi musik seperti ini disebut tidak genuine atau autentik, tapi konsep hiburan K-pop ini nyatanya juga bisa buat banyak orang ketagihan.

Musiknya juga sengaja dibuat penuh hook dan mencolok dengan music video yang penuh warna. Bahkan sering menggunakan lirik-lirik Inggris supaya bisa dipasarkan secara global. Cuma emang liriknya biasanya terlalu childish untuk orang Korea beneran…

Mungkin orang Korea juga nggak ngerti maksud lirik lagu ini… via www.youtube.com

Bukan cuma artisnya aja yang dibentuk secara sempurna, fans-fans K-pop pun sengaja diberi identitas yang jelas. Dari nama fanclub sampai warna grup resmi untuk membedakan diri satu sama lain

Saking banyaknya, grup K-pop baru harus mulai banyak pakai warna gradasi karena warna biasa udah kepakai semua via mykoreandreamiskawaii.blogspot.co.id

Tak kenal maka tak sayang

Pepatah ini tampaknya bisa menggambarkan ‘politik’ fandom – istilah K-pop untuk fanclub –  K-pop di dunia. Kalau tren dalam musik pop Barat tampaknya baru dimulai sejak ‘Belieber’-nya Justin Bieber, praktik memberi nama fans itu sudah jadi standar sejak grup K-pop generasi pertama terbentuk. Bukan cuma nama, tiap grup K-pop juga punya warna, balon, logo, dan lightstick resmi. Banyak banget deh atribut identitasnya. Mungkin karena merasa memiliki identitas itulah, fans-fans K-pop jadi merasa lebih memiliki.

Identitas ini juga mempererat solidaritas antar sesama fans dan seringkali menyebabkan konflik dengan fans lain. Warna grup yang sama pun bisa jadi sumber masalah serius lho…

Fans K-pop generasi pertama. Fans H.O.T vs fans Sechskies, warna kuning vs putih via beyondhallyu.com

Karena identitas dan rasa memiliki yang kuat itu pula, fans tidak hanya menikmati musik para idola K-pop. Meski lagi nggak mengeluarkan album baru, fans K-pop tetap sibuk nonton reality show atau beli merchandise-nya

Banyak yang bisa dibeli. Dari kacang EXO sampai cokelat Super Junior, SM bahkan punya satu supermarket khusus idol di Seoul via www.kenterin.net

Kalau artis atau penyanyi Barat, apa aja sih yang bisa dibeli selain CD album (yang sekarang juga udah nggak banyak dijual lagi karena digitalisasi musik)? Paling t-shirt atau poster. Kalau artis-artis K-pop? Banyak banget! Ya karena punya identitas yang jelas itu, perusahaan-perusahaan K-pop bisa dengan mudah membuat merchandise sesuai warna maupun kepribadian artis-artisnya. Bukan cuma perusahaan, banyak juga fans yang jualan merchandise buatan mereka sendiri dan tetap laku keras.

Apalagi kalau udah menjelang konser, fans K-pop itu persiapannya banyak. Bukan cuma menikmati lagu aja, ada lightstick yang harus dibawa sampai fanchant yang harus dihafal. Mungkin terlihat berlebihan, tapi hubungan ekstra spesial antara sesama fans maupun dengan artisnya itu juga seru banget lho!  Yah ini sekadar curcolan aja sih dari fans K-pop yang sebenarnya tahu bagaimana K-pop emang sengaja diciptakan supaya fans-fans lebih militan. Tapi kalau setelah tahu pun kamu tetap suka, ‘kan ya sah-sah aja ya…

#HipweeJurnal adalah ruang dari para penulis Hipwee kesayanganmu untuk berbagi opini, pengalaman, serta kisah pribadinya yang seru dan mungkin kamu perlu tahu 

Baca tulisan #HipweeJurnal dari penulis lainnya di sini!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

  • Antara Kreatif Atau Gila, 11 Kemasan Barang Ini Unik dan Nggak Logis Semua!
  • Ada 4 Alasan Logis Kenapa Akhir-akhir Ini Buaya Sering Menyerang Manusia. Jangan Percaya Mitos Aja!
  • Realita Twitwar Zaman Sekarang, Ini Nih Alasan Kenapa Orang Lebih Suka Blak-blakan di Media Sosial
  • Inilah Alasan Logis Kenapa Para Cewek Selalu Meminta Cepat Dinikahi
  • 5 Alasan Logis Kenapa Kamu Nggak Perlu Takut Sama Hantu

Sumber : detik-hotnews.com

10 Situs Warisan Dunia UNESCO yang Jarang Kita Tahu. Padahal Keren Banget!

10 Situs Warisan Dunia UNESCO yang Jarang Kita Tahu. Padahal Keren Banget!

Bicara tentang situs warisan dunia, pasti di benak kamu semua kalau nggak teringat Piramida di Mesir ya Tembok Besar di China. Atau paling banter di Indonesia ya Candi Prambanan dan Borobudur. Wah, mungkin memang kita kurang update sih. Ternyata ada 1.070 situs warisan dunia yang tercatat oleh UNESCO, salah satu badan di PBB yang bergerak di bidang kebudayaan dan peninggalan sejarah dunia.

Indonesia sendiri punya 8 situs warisan dunia, baik alam maupun buatan. Ada Taman Nasional Lorentz di Papua, Taman Nasional Komodo, Candi Borobudur, Candi Prambanan, Taman Nasional Ujung Kulon, Hutan Hujan Tropis Sumatera, Subak di Bali, dan Situs Prasejarah Sangiran. Di luar negeri tentu lebih banyak lagi, nggak melulu Piramid, Tembok China, Menara Eiffel atau Taj Mahal. Kali ini Hipwee Travel mau bahas 10 situs warisan dunia UNESCO yang kece banget tapi belum banyak orang yang tahu. Yuk simak aja.

Rock Islands Southern Lagoon di Palau, sebuah gugusan kepulauan di Samudra Pasifik yang keindahannya luar biasa. Mungkin kamu menyangka ini Raja Ampat, tapi sayang sekali bukan. Palau adalah negara kecil di Pasifik tetangga Indonesia di bagian timur

rock islands southern lagoon palau via www.worldatlas.com

Taman Nasional Yellowstone di Amerika adalah manifestasi dari kekuatan panas bumi, keindahan alam dan ekosistem liar yang langka berkembang. Salah satu keindahannya adalah Grand Prismatic Spring yang sangat cantik ini

grand prismatic spring via www.bbc.co.uk

Gunung pelangi di Zhangye Danxia China adalah satu bentuk keajaiban alam yang sangat memukau. Wajar kalau situs ini jadi situs warisan dunia. Kece banget!

zhangye danxia via www.laboiteverte.fr

The Palace of Versailles di Prancis adalah istana Raja Louis XIV sampai XVI dari tahun 1698 hingga 1793. Hebat banget ya zaman dulu punya istana semegah ini…

Advertisement

istana versailles via www.independent.ie

Okavango Delta di Botswana, sebuah delta yang dilewati sungai dan berupa rawa-rawa basah yang jadi ekosistem hewan liar seperti jerapah, banteng, kuda nil, singa maupun gajah. Sumber air inilah yang mengumpulkan hewan-hewan liar Afrika ini…

riuh sekali kawasan ini via www.botswanatourism.co.bw

Florence nan eksotis pun jadi situs dunia yang dilindungi. Peradaban ratusan tahun yang sangat ikonik, dilengkapi dengan masih kokohnya gereja, museum, karya seni dan bangunan tua yang membuat Florence bagaikan cerita dari masa lalu yang masih terjaga

Florence via www.italia.it

Canada Rockie Mountains Park, sebuah lanskap mengagumkan antara gunung bersalju, hutan, danau biru Lake Louise dan Moraine serta air terjun yang memukau. Potongan surga sih ini…

morainne lake via www.gocollette.com

Angkor Wat, salah satu candi paling eksotis di Asia. Candi ini adalah struktur arkeologis paling penting di Asia Tenggara. Nggak jauh kok, cuma di Kamboja!

angkor wat via www.historicmysteries.com

Hawaii Volcanoes National Park, terdapat 2 gunung paling aktif di dunia yakni Mauna Loa and Kilauea yang punya lava yang cantik sekaligus mengerikan…

lava yang menyala via blog.whatahotel.com

Terakhir, Sigiriya, benteng dan istana tua yang dibangun di atas bukit batu dengan pemandangan yang sangat menakjubkan. Sigiriya dibangun pada abad ke 5 dan jadi wisata populer di Sri Lanka!

sigiriya via www.destinationsrilanka.travel

Menurut kamu, situs warisan dunia UNESCO yang mana nih yang paling keren dan indah? Semoga kamu semua bisa dateng ke semua destinasi itu ya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

  • Pilihan Karier Sesuai 6 Tipe Kepribadian. Panduan Untuk Fresh Graduate yang Masih Bingung Cari Pekerjaan
  • 3 Fakta Coca-Cola yang Perlu Kamu Tahu. Meski Ada Di Mana-mana, Minuman Ini Sebenarnya Misterius Lho
  • 5 Hal yang Masih Sulit Lepas Ketika Sudah Menikah. Tapi Bagaimanapun Juga, Kamu Harus Move On Dong!
  • Jogja Nggak Cuma Gunung Kidul Dan Kulon Progo, Ini 7 Tempat Wisata Di Bantul Paling Hits 2017
  • Bukan Sulap Bukan Sihir, Dua Air Laut Ini Bertemu Tapi Tak Pernah Menyatu. Ada Beberapa Nih di Dunia

Sumber : detik-hotnews.com

Teruntuk Pemuda Zaman Now, Bisakah Bahasa Indonesia Menjadi Tuan di Rumah Sendiri?

Teruntuk Pemuda Zaman Now, Bisakah Bahasa Indonesia Menjadi Tuan di Rumah Sendiri?

Campur kode dalam komunikasi.

Di sebuah warung kopi modern di salah satu sudut kota Yogyakarta, saya duduk seorang diri. Mulanya saya merasa kesepian, mengingat saat itu adalah hari pertama saya menginjakkan kaki di kota pelajar ini. Tak lama berselang, datang beberapa anak muda yang saya rasa mahasiswa, meramaikan suasana warung kopi sore itu. Tapi yang menarik perhatian saya adalah ketika mereka memesan menu pada seorang pelayan di mejanya. Bahasa yang mereka gunakan. Ya, mereka dengan fasih berbahasa Indonesia. Nggak ada yang salah, kendati mereka sejatinya berada di Jogja, dan mayoritas—saya yakin, orang Jawa. Saya merasa seperti masih tinggal di Jakarta.

Mereka mulai bercengkerama, ngobrol ngalor-ngidul enak tenan. Dan di sinilah keheranan saya membuncah. Mereka berbicara dalam bahasa Inggris! Entah apa tujuannya, saya kurang yakin; mentang-mentang di seberang meja mereka ada sepasang turis asing atau karena memang mereka malu menggunakan bahasa ibu?

Masalah penggunaan bahasa ini ternyata memang sangat menarik, terlebih bagi saya pribadi. Pasalnya, nggak hanya di dunia nyata orang-orang lebih suka menggunakan bahasa asing, bahkan di dunia maya pun demikian adanya. Jika hal ini terus berlanjut, kepunahan bahasa ibu, bahasa Indonesia, bisa segera terjadi, bukan? Lantas pertanyaannya, apa sebab mereka—generasi muda—lebih tertarik untuk berbahasa asing daripada bahasa mereka sendiri? Apa kepentingan mereka? Kalau bahasa kita punah, siapa yang harus disalahkan? Pemerintah? Para orangtua?

Sederet alasan ketika ditanya kenapa mereka lebih suka menggunakan bahasa asing, baik lisan maupun tulisan

Alay, kurang representatif, nggak keren, ingin go international, untuk menjaring interaksi lebih luas dengan warganet asing, dan sebagainya, menjadi alasan banyak orang saat ditanya mengenai pemilihan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi di media sosial. Rupanya, seribu hal bisa menjadi alasan untuk nggak menggunakan bahasa kita sendiri, ya?

Sementara Holmes dalam An Introduction to Sociolinguistics (2008) mengatakan bahwa komunikator cenderung menggunakan bahasa ibu dari lawan bicara mereka sebagai upaya membangun solidaritas. Ya, mungkin kalau alasannya ingin go internasional, berkomunikasi dengan warganet asing, memang masih berterima. Tapi kalau teman yang terhubung langsung (saling mengikuti) berasal dari negara yang sama, untuk apa?

Advertisement

Biar orang nggak paham kalau lagi gue sindir. – NN

Kalau memang demikian tujuannya, kita bisa mengatakan bahwa penggunaan bahasa Inggris dalam media sosial juga menerapkan konsep diglosia. Seperti halnya bahasa Indonesia di era modern ini. Artinya, penggunaan bahasa ini harus menyesuaikan situasinya.

Ketika kita berbicara dengan dosen atau orang yang lebih tua (atasan), bahasa yang kita gunakan adalah bahasa formal. Sedangkan ketika kita nongkrong di warung kopi, bahasa sehari-harilah yang kita gunakan. Begitulah diglosia. Begitulah kiranya bahasa Inggris di media sosial kita saat ini; menggunakan bahasa Inggris untuk menyindir seseorang atau ingin sekadar terlihat keren. Lagipula, apa untungnya menyindir orang lain dengan menggunakan bahasa asing? Bukankah pesanmu juga nggak akan sampai padanya? Bukankah itu sia-sia belaka?

Peran UU Nomor 24 Tahun 2009 yang nggak mendapat tempat di kesadaran masyarakat—anak muda Indonesia

Untuk poin ini, rasanya kita harus mengingatkan para pihak terkait yang memang memiliki kuasa. Seperti para pengusaha yang memasang iklan di pinggir-pinggir jalan, para pengembang pada fasilitas umum (ruang publik), media, hingga figur publik. Pasalnya, mereka memiliki masa yang cukup luas dan kuat dalam penyebaran bahasa. Terlebih ketika mereka menggunakan media sosial sebagai alat pengiklanan.

Seperti nggak peduli, mereka memajang beragam iklan besar-besar dengan bahasa Inggris, Italia, Jerman, hingga Korea di berbagai kesempatan dan tempat. Padahal penggunaan bahasa Indonesia sudah diatur dalam UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan Indonesia. Tapi sayangnya, peraturan ini masih kerap abai oleh mereka yang memiliki pengaruh besar dalam masyarakat.

Namun ketika ditanya mengenai pemilihan istilah berbahasa asing pada semua produk, berbagai alasan pun berhamburan; mengurangi nilai jual, nggak keren, nggak eye catching, dll.. Toh, sebenarnya hal itu juga nggak berpengaruh besar pada jumlah pemasukan. Justru istilah atau toponimi dengan bahasa Indonesia bisa memberikan citra kekhasan Indonesia di mata masyarakat luar. Ambilah contoh menu pada sebuah warung kopi: black coffee. Turis cuma melihatnya sebagai segelas kopi hitam. Tapi ketika kamu menggunakan nama kopi item, bisa dipastikan mereka akan penasaran dengan bentuk dan rasanya. Lha wong di negara asalnya nggak ada menu dengan nama kopi item. Masalah hasil jual? Sama saja, nggak akan rugi juga.

Kids zaman now nggak bisa disalahkan. Tapi pemuda-pemudi zaman kinilah yang harus membenarkan!

Secara nggak langsung, kita nggak bisa menyalahkan kids zaman now dalam ketertarikannya menggunakan bahasa Inggris atau asing. Harusnya ini menjadi tanggung jawab anak muda zaman sekarang, yang berkesempatan belajar dan mengajarkan bahasa Indonesia pada generasi di bawahnya. Terlebih, ‘agen-agen’ ini sudah banyak yang menyabet predikat mahmud atau pahmud.

Tapi sayangnya, generasi ini lebih mengedepankan mahir berbahasa asing daripada bahasa Indonesia, apalagi bahasa ibu. Alasannya pun seperti yang sudah saya paparkan di atas. Padahal, dalam banyak konteks, bahasa Indonesia bisa mewakili apapun yang kita kehendaki. Toh, semua kosa katanya begitu familiar di telinga kita, bukan?

Ada yang nggak bisa disampaikan dalam bahasa Inggris. via www.instagram.com

Memang nggak ada yang salah menggunakan bahasa asing dalam berkomunikasi, tapi konteks dan situasinyalah yang harus diperhatikan. Dan menanggalkan bahasa ibu adalah sebuah kesalahan pada dewasa ini. Sebab, wacana penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sangat berpeluang besar. Artinya, kita sebagai penutur pertama sangat diuntungkan dengan hal ini dong. Harusnya.

Memang, seyogianya nggak salah kalau kita belajar berbahasa asing. Karena kita tetap akan membutuhkannya sewaktu-waktu. Tapi kalau menanggalkan bahasa Indonesia karena beberapa alasan­ konyol—apalagi nggak keren—bukan sebuah hal yang bijak, mengingat kita adalah bangsa Indonesia. Ya, paling nggak, kita harus memberikan porsi yang tepat dalam penggunaan bahasa pada adik-adik kita.

Jadi, rasanya akan sulit bahasa Indonesia bisa menjadi tuan di rumah sendiri jika masyarakat, khususnya generasi muda, kurang menyadari betapa pentingnya bahasa Indonesia hari ini, esok, dan seterusnya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

  • Fungsi Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Negara Indonesia
  • Punya Rumah Minimalis? Atau Berencana Untuk Membangunnya? Berikut Ini 5 Desain Rumah Minimalis Modern Yang Ngga Biasa di Indonesia
  • Ada Ribuan Bahasa di Dunia, Tapi Mungkin Inilah Bahasa Terindah yang Ada. Kamu Harus Dengar!
  • 9 Suka Duka Menjadi Mahasiswa Sastra Indonesia
  • Bukan Cuma Bahasa Indonesia Aja, Kini Google Juga Fasih Berbahasa Jawa & Sunda. Makin Canggih Aja

Sumber : detik-hotnews.com

Di Balik Lahirnya Genre Porno Khusus Buat Cewek, Ternyata Emang Beda

Di Balik Lahirnya Genre Porno Khusus Buat Cewek, Ternyata Emang Beda

Ero Khusus Cewek

Siapa sih yang nggak tahu kebesaran nama industri pornografi Jepang?! Berbeda dari produksi negara lain, film atau video porno Jepang berani mengeksplorasi genre-genre fetish porno yang ekstrem seperti anak sekolahan sampai hubungan sedarah. Namun dari semua genre porno yang ‘melimpah ruah’ itu, hampir semuanya menargetkan demografi terbesar penikmat film porno: cowok. Bahkan kayaknya nggak berlebihan kalau ada yang bilang kalau industri porno itu sebenarnya dari, oleh, dan untuk cowok. Makanya, tren baru pornografi yang berkembang di Jepang beberapa tahun belakangan ini berhasil menyita perhatian dunia.

Sebagaimana dilansir dari laporan VICE, ada gerakan baru dalam industri pornografi Jepang yang ingin membuat konten khusus buat perempuan. Yup, film porno khusus buat cewek! Menurut para pelaku gerakan ini, membuat film porno itu sebenarnya tidak bisa asal mesum aja. Cowok dan cewek ternyata punya ekspektasi seksual yang sangat berbeda. Buat sekadar info buat kalian yang berpikir kalau film porno itu melulu buat cowok, ternyata udah ada yang dibikin khusus untuk cewek. Buat sekadar tambahan info aja, yuk simak bareng Hipwee News & Feature!

Beda dari film porno kebanyakan di mana perempuan cuma jadi objek, semua adegan, plot, dan skenario kini dibuat untuk memuaskan fantasi seksual perempuan

Justru lebih merangsang jika melihat perempuan diperlakukan dengan lembut dan romantis via smaimg.info

Makanya secara teknis, nggak melulu soal adegan seks. Menurut aktor dan kru-nya, adegan rayuan-rayuan dan foreplay lebih digemari kaum hawa

Salah satu aktor paling terkenalnya, Ittetsu Suzuki, mengaku itu perbedaan terbesar dan paling kentara via www.youtube.com

Pemilihan aktornya pun ternyata beda jauh, terutama buat aktor cowoknya. Mereka disebut ‘Eromen‘, gabungan dari kata ‘ero’ atau erotis dan ‘ikemen’ yang berarti cowok cakep

Harus ekstra cakep dan indah untuk dipandang sesuai fantasi perempuan kebanyakan via twitter.com

Saking populernya Eromen, meet greet atau jumpa fans jadi kegiatan rutin yang dibanjiri cewek-cewek penikmat film porno jenis baru ini. Ternyata cara nge-fansnya pun beda

Kayak grup idol tapi pemain film dewasa, bagi-bagi tanda tangan dan kesempatan foto bersama via www.youtube.com

Bahkan bagi fans-nya, film-film ini bukan sekadar pemuas birahi aja tapi juga punya efek memuaskan dan menenangkan batin. Soalnya cowok kayak gitu jarang banget ada di kehidupan nyata kali ya…

Cewek kayaknya memaknai film-film dewasa ini dengan cara yang lebih mendalam via www.youtube.com

Apalagi di dunia yang serba patriarki ini, perempuan tampaknya butuh ruang lebih untuk berekspresi. Termasuk soal ekspresi seksual

Biasa termarginalkan dan terpinggirkan, perempuan pengen jadi ‘tokoh utama’ bahkan dalam film porno sekalipun via www.youtube.com

Makanya film-film ini dibuat khusus untuk emberikan pengalaman seksual terbaik bagi perempuan, yang ternyata menginginkan lebih banyak romansa daripada seks-nya sendiri

Lebih kayak lihat film romantis di mana cowok selalu berusaha menyenangkan cewek via www.pinterest.com

Nggak cuma lihat film dan datang meetgreet doang, perusahaan produksi film genre ini bahkan sampai menyediakan jasa nge-date bareng Eromen

Penikmat cewek lebih tertarik dengan ilusi hubungan romantisnya via nagaseamerica.com

Genre ini jadi makin populer dengan bertambahnya jumlah perempuan Jepang yang mandiri secara finansial. Dulu mungkin cewek dianggap tidak punya daya beli

Kini jadi target pasar yang cukup diperhitungkan bagi pelaku industri mana pun, termasuk pornografi via www.shutterstock.com

Industri hiburan dewasa itu katanya udah ada sejak awal peradaban manusia itu sendiri. Namun nyatanya baru akhir-akhir ini aja posisi perempuan sebagai konsumen mulai diperhitungkan. Menurut perusahaan seperti Silk Labo yang jadi pionir dalam gerakan ini, cewek juga butuh direpresentasikan dalam industri pornografi sekalipun. Secara umum, pembahasan tentang pornografi dan seksualitas memang masih tabu di hampir semua negara di dunia. Namun terlebih lagi bagi para perempuan.

Dengan adanya gerakan ini, masih menurut Silk Labo, paling tidak ada pengakuan kalau perempuan juga (boleh) punya hasrat seksual dan tidak seharusnya digambarkan jadi objek aja.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

  • Akan Dibuka Pusat Kajian Ninja Pertama di Dunia. Wah Yang Belajar di Sana, Pasti Fans Naruto Semua!!
  • Produk Air Kemasan Bersegel, Nggak Selalu Berarti Aman. Kini Sebagai Konsumen Harus Ekstra Waspada
  • 5 Cara Jitu Menghindari Penipuan Online Shop. Karena Sebagai Konsumen Kita Harus Jeli!
  • Gagal Pakai Cara Indonesia? Cek 6 Kebiasaan Makan Cewek Jepang yang Bikin Mereka Cantik dan Langsing
  • Penjelasan Logis Mengapa Buaya Disebut Sebagai Binatang yang Setia. Nih Para Cewek, Baca!

Sumber : detik-hotnews.com

Deretan Berita Populer Minggu Ini. Dari Hanna Annisa hingga Catalunya

Deretan Berita Populer Minggu Ini. Dari Hanna Annisa hingga Catalunya

Berita Populer

Hai, guys. Tanpa terasa sudah akhir pekan lagi. Selama sepekan ini, banyak informasi dan peristiwa yang juga terjadi. Baik di dalam maupun di luar negeri. Biar kamu nggak ‘kudet dan buat informasi, nggak ada salahnya kamu menyimak deretan berita terpopuler berikut. Siapa tahu obrolanmu di warung kopi nanti malam berkisar seputar hal-hal baru yang sedang terjadi, kan malu kalau ternyata kamu nggak tahu informasi apa-apa. Semua sudah dirangkum rapi oleh Hipwee News & Feature, yuk simak!

Sumpah pemuda yang jatuh pada 28 Oktober menjadi momen yang paling bersejarah bagi seluruh pemuda Indonesia

Memperingati hari sumpah pemuda, presiden juga membuat sebuah video berdurasi 40 detik yang mengajak seluruh pemuda dengan penuh keragaman untuk bekerja sama via Klikkabar.com

Sementara itu, di ujung timur nusantara, 7 anggota brimob menjadi korban penembakan di Papua

Enam anggota brimob terluka dan satu orang meninggal dunia akibat penembakan yang terjadi di Mimika, Papua via regional.liputan6.com

Beralih ke politik mancanegara, Catalunya akhirnya meresmikan referendum kemerdekaannya. Negara itu pun kini mendeklarasikan diri berpisah dari Spanyol

Deklarasi kemerdekaan ini juga memicu keresahan di dunia sepakbola mengenai peraturan keikutsertaan Liga Spanyol via bci.co.uk

Badan Arsip Nasional AS telah mengumumkan dokumen resmi kematian Presiden JF Kennedy melalui situs resmi

Dokumen ini dibeberkan atas perintah Donald Trump, namun sayangnya dokumen tersebut belum mencakup keseluruhan data penyelidikan penembakan misterius itu via Liputan6.com

Tragedi kebakaran di pabrik kembang api menewaskan 47 korban. Korban yang banyak juga pekerja di bawah umur diduga terperangkap karena akses pintu satu-satunya terkunci dari luar

Advertisement

Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran diduga dari percikan api dari las via sindonews.net

Publik saat ini tengah hangat membicarakan video viral tidak senonoh yang diduga diperankan oleh seorang alumnus UI bernama Hanna Annisa

Kedua pemeran video ini sama-sama membantah bahwa yang ada di dalam video tersebut adalah perbuatan mereka via Tribunnews.com

Penggemar musik pop dikejutkan dengan pembatalan konser Ed Sheeran di beberapa tempat, termasuk Jakarta

Pembatalan ini menyusul kecelakaan sepeda yang dialami Ed Sheeran dan membuat tangannya mengalami oatah tulang via www.cnnindonesia.com

Penggemar musik pop mungkin kecewa, tapi penggemar film superhero tengah berbahagia menyambut tayangnya film terbaru Marvel, yaitu Thor Ragnarok

Film yang diperankan oleh Chris Hemsworth ini mendapatkan skor 8,3/10 dari IMDb via filmink.com.au

Beredar video adegan berciuman Verrel Bramastya dengan putri Ruth Sahanaya yang tersebar melalui instagram story

Verrel dan Nadine mengaku ketika itu tengah bermain turth or dare dan adegan itu direkam oleh kawannya via kumparan.com

Ada-ada saja. Viral pernikahan seorang pria yang menikah dengan dua wanita sekaligus, hal ini mengundang pembicaraan di kalangan netizen

Pernikahan ketiganya rencananya akan dilangsungkan pada 9/11 mendatang via Tribunnews.com

Mengetahui informasi-informasi tersebut kita jadi makin mengerti bagaimana keadaan lingkungan sekitar. Mulai dari konflik politik, hingga krisis sosial seperti cepat beredarnya video mesum alumni UI. Wah semoga informasi yang buruk jadi pelajaran, yang baik jadi teladan ya. See you next week guys! 😀

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

  • Dari Adu Gladiator Sampai Game ‘Fight of Gods’, Berikut Deretan Berita Populer Minggu Ini
  • Rangkuman Berita Populer dan Up To Date Minggu Ini. Dari Dunia Hiburan Hingga Politik Mancanegara
  • Dari Peternakan Bayi Sampai Boneka Nikita Mirzani, Berikut Sederet Berita Populer Minggu Ini
  • Deretan Berita Terpopuler Minggu Ini, Khusus Buat Kamu yang Nggak Sempat Update Berita
  • Deretan Berita Terpopuler Minggu Ini. Jangan Terlalu Cuek Sama Informasi, Simak Yuk!

Sumber : detik-hotnews.com

Tak Perlu Tunggu Cowokmu, 7 Hal ini Bisa Dilakukan Lebih Dulu Olehmu

Tak Perlu Tunggu Cowokmu, 7 Hal ini Bisa Dilakukan Lebih Dulu Olehmu

Biar seimbang~

Yaudah sekarang kamu maunya gimana?

Dalam hubungan, seringnya cowok harus melakukan berbagai hal terlebih dahulu pada. Mulai dari membuka obrolan, memberi kabar, memutuskan sesuatu bahkan persoalan meminta maaf meski aslinya dia tak salah apa-apa. Prinsip ‘cowok harus selalu duluan’ mengakar kuat selama kamu menjalani hubungan ini. Kadang hal ada baiknya, setidaknya besar rasa tanggung jawab cowokmu bisa terlihat dari sana.

Tapi ada juga dampak buruknya, bikin hubungan tak seimbang. Seperti berjalan dengan satu kaki, hubungan yang nggak seimbang akan buat kalian kesulitan mencapai tujuan yang sejak awal direncanakan. Untuk itu, agar hubungan kalian bisa pelan-pelan jadi seimbang. Kamu juga perlu berinisiastif sendiri dengan melakukan hal-hal ini. Demi hubungan, kamu harus bisa menekan rasa gengsi ya.

1. Membuka pembicaraan setelah bertengkar. Biar kalian tak kelamaan pasang aksi saling diam

Yang ~ via unsplash.com

Coba kamu ingat-ingat, selama ini kalau bertengkar lalu diam-diaman, siapa yang duluan membuka permbicaraan? Pasti sebagian besar dilakukan oleh cowokmu. Meski saat diam-diaman kamu sebal dan kesal dengannya, tapi begitu dia mengajakmu bicara empat mata, hatimu luluh kembali.

Advertisement

Padahal saat lagi diam-diaman seperti itu, Kamu juga bisa memulai pembicaraan. Asalkan mau sedikit mengesampingkan ego dan gengsi, kamu bisa kok menghancurkan tembok bisu yang memisahkan kalian. Daripada waktu kalian habis untuk diam-diaman, bukankah lebih baik jika kalian berdua saling merenguh dengan pemikiran yang lebih dewasa dalam hubungan?

2. Menekan gengsi dengan minta maaf duluan saat melakukan kesalahan. Nggak perlu nunggu cowok yang mengingatkan

Maaf ya Yang, aku yang salah ~ via unsplash.com

Dari segi umur kamu jelas bukan anak kecil lagi. Namun dari segi pikiran dan hati, mungkin saja kamu masih belum dewasa. Sebab saat melakukan kesalahan dan membuat suasana di antara kalian nggak nyaman, kamu enggan minta maaf duluan. Kamu seringnya menunggu cowokmu minta maaf dulu, barulah dirimu ikut mengucapkan kata maaf.

Tapi agar hubunganmu lebih seimbang, kamu harus coba untuk mengurangi kebiasaan itu. Cobalah menekan rasa gengsi lalu minta maaf duluan. Dengan minta maaf duluan bukan berarti kamu kalah dari cowokmu. Justru menjadi bukti bahwa kamulah sosok yang berbesar hati dan peduli pada hubungan ini.

3. Kalau memang waktu dan keadaannya memungkinkan, sesekali gantian kamu yang menawari cowokmu tumpangan

Nanti aku yang jemput kamu di bandara ya via redsheepphotocinema.com

Selama ini cowokmu selalu menawarkan diri untuk mengantarmu ke mana saja kamu mau. Mulai dari pergi ke kampus hingga kini kamu udah kerja kantoran. Bahkan dia juga rela memutar arah ketika tujuanmu berada jauh dari rumah cowokmu. Meski hal itu dilakukan cowokmu dengan suka rela, tapi nggak ada salahnya kalau sesekali gantian kamu yang menawarinya tumpangan. Asalkan waktu dan keadaanmu memungkinkan. Biar cowokmu juga turut merasakan, perhatian yang selama ini dia berikan untukmu.

Besok gantian aku yang jemput ya. Sekalian biar aku lancar nyetir mobilnya.

4. Saat cowokmu tak enak badan, cobalah lebih perhatian. Seperti membawakan makanan atau sekedar mengingatkan untuk minum obat

Menjenguknya saat sakit via unsplash.com

Ketika dulu kamu sakit atau lagi datang bulan, ingat nggak apa yang cowokmu lakukan? Mulai dari bawain makanan sampai nggak bikin kamu sebal, adalah hal-hal yang dia lakukan biar kamu cepat baikan. Apalagi saat kamu lagi cranky dan inginnya marah-marah. Dia dengan sabar nggak buat yang macam-macam agar mood-mu bisa kembali normal. Kini saat dia sakit, giliranmu untuk merawatnya. Meski kamu lagi sibuk-sibuknya, cobalah menyisipkan perhatian. Sesederhana menemaninya periksa atau mengingatkan agar rutin minum obat.

5. Menanyakan kabar lebih dulu pun bisa kamu lakukan. Biar tak selalu menunggu kabar darinya seharian

Mengrim pesan lebih dulu via unsplash.com

Kamu pasti sebal jika cowokmu telat memberi kabar. Apapun alasannya, kamu pasti udah terlanjur marah dan kesal duluan. Daripada hanya menunggu kabarnya, lebih baik kamu yang berinisiatif menanyakan. Selain nggak buatmu menunggu, cowokmu pasti juga merasa lebih diperhatikan dengan caramu menanyakan kabarnya ini.

Yang, gimana tadi presentasinya? Kliennya puas nggak?

6. Menawarkan bantuan saat cowokmu terlihat ada masalah. Tak perlu menunggu cowokmu minta bantuan lebih dulu

Membantu cowokmu via unsplash.com

Cowok dan cewek memang berbeda dalam mengungkapkan ekspresi. Saat ada masalah kamu seringnya bisa ditebak dengan mimik muka yang cemberut dan gelisah. Sedangkan cowokmu pasti terlihat biasa aja. Meskipun dari luar terlihat biasa aja, saat ada masalah cobalah untuk langsung menawari bantuan. Bahkan sebelum dia meminta tolong kepadamu. Sederhana saja, seperti menanyakan aku bisa bantu apa? udah bikin cowokmu merasa sedikit baikan dan diperhatikan.

7. Sepele sih, tapi menentukan tempat makan juga bisa membuat hubungan kalian seimbang. Agar setiap hal tak selalu cowokmu yang putuskan

Menentukan tempat makan via unsplash.com

Momen memilih tempat makan sesekali justru jadi pemicu pertengkaran kalian. Sebabnya sepele, kamu selalu bilang terserah namun tak mau mengiyakan semua saran cowokmu. Kamu selalu merasa tak puas dengan pilihan yang diberikan cowokmu. Sekarang, coba deh sesekali kamu berhenti pada kebiasaan itu. Kamu perlu coba untuk turut menentukan pengambilan keputusan.

Di mulai dari hal sederhana seperti pemilihan tempat makan. Biar ke depannya, semua keputusan dalam hubungan bisa kalian tanggung berdua. Bukannya salah satu saja akibat kamu yangtak mau turut andil dalam mengambil keputusan itu.

Keseimbangan memang diperlukan agar hubunganmu mampu bertahan. Sebab tantangan dan halangan yang ada mau tak mau harus kalian lewati berdua. Jika dilewati dengan dua pikiran dan dua fondasi yang kuat, hubungan kalian jelas nggak akan mudah goyah. Inisiatif-inisiatif di atas bisa kamu lakukan, agar pelan-pelan hubungan kalian bisa seimbang. Kalau bisa berjalan seimbang dengan dua fondasi, kenapa harus berjalan sendiri-sendiri?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

  • Biar Stres dalam Hubungan Tak Membuatmu Ingin Putus, Kamu Perlu Lakukan 5 Hal dengan Serius
  • 6 Hal Sepele yang Bikin Cowok Bosan, Cewek Perlu Tahu Biar Hubungan Kalian Aman
  • Biar Tak Jadi Golongan Merugi, 6 Hal Ini Harus Tetap Kamu Lakukan Saat Sudah Punya Tambatan Hati
  • 6 Hal yang Buat Pertengkaran Dengan Pasangan Tak Selalu Merusak Hubungan, Kamu Harus Renungkan!
  • Biar Masa Pacaran Kalian Tak Membosankan, 6 Kebebasan ini Perlu Ada di Hubungan

Sumber : detik-hotnews.com

6 Hal yang Tak Boleh Kamu Relakan, Sesayang Apapun Pada Pasangan

6 Hal yang Tak Boleh Kamu Relakan, Sesayang Apapun Pada Pasangan

jangan direlakan

Label sebagai pasangan seringkali membuat seseorang merasa saling memiliki seutuhnya. Sampai akhirnya muncul pandangan “milikku adalah milikmu” — kamu tak patut merahasiakan apapun dari pasangan. Sementara pengorbanan mengatasnamakan cinta pun jadi makin pelik. Kalau ada hal yang tak pasangan sukai, kamu harus merelakannya. Dengan kata lain kamu memang dituntut untuk selalu mengikuti maunya pasangan.

Padahal sedekat atau seserius apapun hubungan, berkorban demi cinta tak harus dalam semua hal. Pengorbanan pun perlu dilakukan bersama, bukan cuma kamu saja yang berjuang. Ada hal-hal yang sebaiknya harus tetap dipertahankan untuk dimiliki sendiri. Hal-hal yang kalau kamu relakan justru membuatmu kehilangan jati diri. Hal-hal yang kalau direlakan sekarang, kelak bisa saja kamu sesali. Karena dari hal-hal ini juga kedewasaan dan kesuksesan hubungan bisa diukur sampai sejauh mananya.

1. Melakukan apapun bersama pasangan memang menyenangkan, tapi jangan sampai ketergantungan lantas kemandiranmu hilang

tetap harus mandiri via unsplash.com

Siapa yang sangka kalau pasanganmu yang sekarang ini sering insecure berlebihan. Kamu pergi kerja atau belanja sendiri dia sudah seperti orang kebakaran jenggot. Nggak cuma sebentar-sebentar tanya, “kamu sudah di mana?” Tapi kadang memaksakan diri untuk bisa mengantar dan menjemputmu. Persoalan sepele seperti membereskan isi laptopmu saja dia sering kali bersikeras untuk mengejakannya.

Punya cowok yang memperlakukanmu bak putri, atau melakukan banyak kegiatan bersama pasangan jelas menyenangkan. Tapi kalau sudah seperti tadi, bukankah itu berlebihan? Seolah kamu terlalu lemah atau tak bisa melakukan semua hal tadi sendirian. Padahal kamu tetap perlu ruang untuk kemandirianmu hidup dan berkembang. Karena khawatirnya kamu ketergantungan, dan itu bisa membuat hubungan cepat membosankan.

2. Cita-citamu tetap harus dikejar meski pasanganmu tak menyukainya, toh masa depanmu belum tentu ada di tangannya

Cita-cita wajib dikejar via unsplash.com

“Aku nggak suka kalau kamu lanjut S2, apalagi sampai ke luar negeri segala.”

Mau dengan alasan apapun, pasanganmu tetap tak berhak menghentikan cita-citamu. Toh selama cita-cita itu membawa kebaikan untuk kamu, keluarga, lingkungan bahkan dia, harusnya sebagai pasangan dia mendukungmu. Toh masa depanmu aslinya belum tentu ada di tangan pasanganmu yang sekarang. Siapa yang tahu bagaimana hubunganmu ke depannya? Masih lanjut atau terpaksa berhenti di tengah jalan?

3. Kebersamaan dengan keluarga dan teman jangan sampai kamu relakan, karena dunia ini bukan hanya milik kalian berdua

kebersamaan via unsplash.com

Kebersamaan kalian memang penting untuk membangun komunikasi. Tapi pacarmu bukan segalanya yang harus selalu ditemani, atau diikuti kemanapun dirinya pergi. Kamu masih punya ayah, ibu, adik, kakak bahkan teman yang diam-diam pun ingin punya waktu untuk bisa bersama untuk sekadar berbicang, misalnya.

Sebab keluarga akan tetap jadi prioritas utama, sedari kecil kamu sudah ditemani mereka. Lalu teman, kalau ada apa-apa dengan hubungan kalian, bukankah mereka yang kamu cari untuk bisa menenangkan hati? Jangan sampai juga sindiran, “dunia serasa milik berdua” dengan nada sinis menghampiri telingamu. Sementara hubungan dengan keluarga dan teman jadi merenggang.

4. Mau cinta setengah mati, kamu tetap harus punya privasi dan dia wajib menghargai

butuh privasi via unsplash.com

Privasi jadi hal yang paling rentan untuk direlakan. Ada saja alasan yang dibawa, demi membangun kepercayaan lah, milikku itu milikmu lah, sampai supaya perasaan pasangan tenang. Sementara hubungan yang dewasa harusnya tak mengurangi privasi masing-masing. Justru kamu atau dia harus saling menghargainya.

Jangan sampai pasanganmu seenaknya mengakses media sosialmu, membuka-buka ponselmu mulai dari chat sampai email dicek satu persatu. Bukankan hal seperti itu sudah cukup meresahkan? Seolah dia menaruh curiga. Sementara kamu sendiri tak pernah berbuat macam-macam.

Kalau memang kamu malas untuk memperdebatkan hal seperti ini. Ada baiknya kamu mengantisipasi hilangnya ranah pribadimu dengan menggunakan ponsel yang punya Privacy System sebagai fitur security yang bisa diandalkan seperti Advan A8. Privacy System ini memungkinkan kamu untuk membuat semacam “bilik rahasia” dalam ponselmu. Di sana, kamu bisa menyimpan aplikasi, foto, pesan, video, contact, dan segala file yang ingin kamu simpan sendiri. Bilik ini dapat diakses dengan dialer plate yang kodenya hanya diketahui oleh kamu. Bahkan di Advan A8 ini, Privacy System bisa dibuat dengan dua kode yang berbeda lho. Satu kode untuk real privacy room, satu lagi untuk shadow privacy room alias ruang rahasia palsu. Dobel amannya~

5. Jangan sampai sibuk memperhatikan pasangan, sementara dirimu terabaikan karena itu kamu pun perlu waktu untuk sendirian

me time penting via unsplash.com

Ingat yang perlu diperhatikan bukan hanya pasanganmu. Dirimu sendiri pun perlu diperhatikan. Kamu tak bisa selalu mengiyakan maunya pasangan. Kamu tak bisa selalu ada untuknya. Sebab kamu pun perlu punya waktu untuk menyendiri, bukan demi menenangkan diri, tapi bisa untuk instirahat atau sekadar memanjakan diri dengan pergi ke salon untuk perawatan. Kan tak ada salahnya kalau itu bisa membuat dirimu lebih rileks.

6. Hobimu tak perlu kamu relakan, cuma karena pasangan ingin punya waktu lebih banyak untuk kebersamaan kalian

tak perlu berdua terus-terusan via unsplash.com

Meskipun kebersamaan dengan pasangan itu menyenangkan. Setiap orang termasuk kamu pasti punya hobi yang nggak kalah menyenangkan. Hobi yang bisa membuamu lupa segalanya termasuk pasangan. Hobi yang sebenanya jadi gambaran sisi lain dari dirimu, baik karakter atau alasan kenapa penampilanmu bisa senyentrik ini. Ini yang jangan sampai kamu relakan begitu saja. Hobimu yang membentuk karaktermu, jangan sampai kamu membuang jauh-jauh hal tersebut.

Jadi memang harusnya pasangan, cinta atau apapun dalam hubungan tak membuatmu merelakan hal-hal yang penting dihidupmu. Harusnya pasanganmu tahu kalau hal itu perlu terus dijaga, dibangun, diusahakan, dan dijadikan prioritas. Karena pengorbanan bukan untuk menghilangkan jati dirimu.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

  • Sesayang Apapun Kamu, Jangan Beri Tahu 6 Hal Ini Pada Pasanganmu!
  • Kamu Boleh Bertahan Pada Pekerjaan yang Gajinya Kecil, Asal Hal-Hal Ini Kamu Dapatkan
  • 6 Hal yang Buat Pertengkaran Dengan Pasangan Tak Selalu Merusak Hubungan, Kamu Harus Renungkan!
  • Tak Melulu Soal Jodoh, Memantaskan Diri Itu Perihal Apapun yang Hendak Kamu Raih!
  • Kenyamanan Kalian Tak Lagi Diragukan, Saat Kamu Tak Malu Melakukan 7 Hal ini di Depan Pasangan

Sumber : detik-hotnews.com